www.HyperSmash.com
Search Engine

hidup hanya sebentar

Muslim meriwayatkan dari Mustaurid bin Syaddad, ia berkata:"Rasulullah SAW bersabda: 'perbandingan antara dunia dan akhirat tidak lain seperti seseorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke dalam laut. Silakan dia melihat seberapa banyak air yang menempel di jarinya saat dia mencabutnya dari laut.'


Adalah seorang pemuda yang tengah berjalan-jalan ditepi hutan untuk Mencari udara segar, ketika  dia tengah berjalan, tiba -tiba  terdengarlah Bunyi auman suara harimau... Auuuummmm... .!!!!!

Seekor harimau yang Sedang lapar Dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya Dan tiba-tiba Sudah berada dihadapan pemuda tadi. Pemuda tadi karena takut, Diapun Berlari semampu dia bisa, Harimau yang sedang lapar tentunya tidak Begitu saja melepas mangsa empuk di depan matanya, harimau itupun Mengejar pemuda tadi. Ditengah kepanikkannya, pemuda tadi masih sempat Berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau,...rupanya doanya Dikabulkan, dalam pelariannya  dia melihat sebuah sumur tua,..terlintas Dibenaknya untuk masuk kedalam sumur itu,..karena harimau pasti  tidak
Akan mengejarnya ikut masuk ke sumur tersebut.

Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut ditengahnya Ada tali menjulur Ke bawah, jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin saja bisa Membuat kakinya patah karena dalamnya sumur tersebut. Tapi ternyata tali Itu pendek Dan takkan sanggup membantu dia sampai kedasar sumur, hingga Akhirnya dia bergelayut ditengah-tengah sumur, ketika tengah bergelayut Dia menengadahkan mukanya  ke atas ternyata harimau tadi masih menunggunya Dibibir sumur, Dan ketika dia menunduk kebawah, terdengar suara kecipak Air,..setelah diamati ternyata Ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha Menggapai badannya.

Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu harimau, dibawah buaya siap Menerkamku, ketika dia tengah berpikir caranya keluar, tiba-tiba dari Pinggir sumur yang Ada lobangnya  keluarlah seekor tikus  putih ..ciiit...ciiit. .. .ciit...yang naik meniti tali pemuda tadi Dan mulai Menggerogoti tali pemuda tadi,..belum hilang keterkejutannya dari lobang Satunya lagi muncul seekor tikus hitam yang melakukan hal sama seperti Tikus putih menggerogoti tali yang dipakai pemuda tuk bergelantungan.Waduh ...jika tali ini putus, .habislah riwayatku dimakan buaya..!!! Cemas dia berpikir,... jika aku naik keatas ..sudah pasti harimau Menerkamku,. .jika menunggu  disini...lama-lama tali ini akan putus Dan Buaya dibawah siap menyongsongku...

Saat itulah dia mendengar dengungan Rombongan lebah yang sedang  mengangkut madu untuk dibawa  kesarang Mereka,..dia mendongakkan wajahnya keatas..Dan tiba-tiba jatuhlah Setetes madu dari lebah itu
langsung tertelan ke mulut pemuda tadi. Spontan pemuda Tadi berkata...Subhanallah. Alangkah manisnya  madu Ini,..baru sekali ini aku  merasakan madu semanis Dan selezat  ini...!!! Dia lupa akan ancaman buaya  Dan harimau tadi.

Tahukah kamu, inti dari cerita diatas...???
Pemuda tadi adalah Kita  semua, harimau yang mengejar adalah maut Kita, Ajal memang selalu mengejar Kita. Jadi ingatlah akan mati.

Dua ekor buaya adalah malaikat munkar Dan nakir yang menunggu Kita Di Alam kubur Kita nantinya.

Tali tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur Kita,..jika talinya Panjang maka pendeklah umur Kita, jika talinya pendek maka
panjanglah Umur Kita.

Tikus putih Dan tikus hitam adalah dunia Kita siang Dan juga malam yang Senantiasa mengikis umur Kita. Diibaratkan di cerita tadi tikus
yang Menggerogoti tali pemuda.

Madu setetes adalah nikmat dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu Setetes tadi masuk ke mulut pemuda,...sampai dia lupa akan ancaman harimau Dan buaya,..begitulah Kita, ketika Kita menerima nikmat sedikit, Kita Lupa kepada Allah. Ketika susah baru ingat kepada Allah..
Astaghfirullah...10 x

1 menit untuk mengingat Allah.
Sebutlah dengan sepenuh hati Dan lidah yang fasih akan:
*SUBHANA'LLAH
*ALHAMDULI'LLAH
*LA ILAAHA ILLA'LLAH
*ALLAHU AKBAR
*ASTAGHFIRULLAH
*LA ILAAH ILLA'LLAH, MUHAMMADUN RASULU'LLAH
*ALLAHUMMA SHOLLI ALA WA SALLIM WABARIK ALA SAYYEDINA MUHAMMAD
*WA AALIHI WA SAHBIHI  AJMA'EEN

"Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa dipertanggungjawabkan) ? Bukankah dia dahulu setitis mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah lalu Allah menciptakannya sepasang laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang yang mati ?
[Surat Al Qiyamah, ayat 36-40]

"Siapakah orang mukmin yang paling cerdik ? Sabda Rasulullah : (orang yang paling cerdik) ialah orang yang banyak mengingat mati"
[Riwayat Ibnu Majah]

"Cukuplah kematian itu sebagai nasehat"
[Riwayat At Tabrani] 

 lebih jelasnya


Kita tahu Teori Relativitas Einstein tentang dilatasi waktu mengatakan bahwa waktu bersifat relatif.
Apa maksud waktu bersifat relatif? Dalam teorinya jika kita bergerak mendekati kecepatan cahaya, kita akan merasakan waktu lebih singkat. Misalnya saja saya diam di bumi dan teman-teman ini terbang bergerak dengan kecapatan 0,8 kali keceptan cahaya. Maka saat saya menjalani waktu udah 10 tahun, teman-teman merasakan menjalani waktu hanya 6 tahun.
Tapi kita tidak membicarakan teori ini secara detil. Yang kita yakini dan kita bicarakan di sini hanya sebatas sifat waktu yang bersifat relatif karena ini sesuai dengan apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.(AL-Hajj:47)
Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”. Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (Al-Mu’minuun:112-114)
Mari kita hitung.
Kalau 1 hari di akhirat (nanti saat menghadap Allah) = 1000 tahun menurut perhitungan kita di dunia (Al-Hajj:47),
dan asumsikan umur kita 60 tahun, berarti kita hidup di dunia hanya 60/1000 = 0,06 hari = 1jam 26 menit 24 detik.
Jika asumsikan umur kita 100 tahun, berarti kita hidup di dunia hanya 100/1000 = 0,1 hari = 2 jam 24 menit.
Jika asumsikan umur kita 125 tahun, berarti kita hidup di dunia hanya 125/1000 = 0,125 hari = 3 jam.
Kalau lamanya pagi hari kita anggap jam 6 pagi sampai kurang lebih jam 9, itu kurang lebih lamanya 3 jam. Kalau sore hari kita anggap dari jam 3 sore sampai jam setengah 6, itu kurang lebih lamanya 2,5 jam.
Jadi, umur kita kurang lebih hampir sama dengn lamanya di pagi hari atau sore hari.
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.(An-Naazi’aat:46)
Subhanallah, ini bukan menduga-duga bahwa hidup kita hanya sebentar. Ini bukan prasangka apalagi omong kosong. Kita tadi telah sama-sama menghitungnya di atas, bukan? Hidup di dunia memang sebentar. Saat berada di dimensi akhirat nanti baru kita benar-benar sadar kalau kita hanya hidup di dunia kurang lebih hanya 2 jam saja. Dimana hari tersebut merupakan hari bahagia (karena tidak rugi menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam di dunia ini dengan baik untuk kebahagiaan yang kekal) dan ada juga yang penuh dengan penyesalan (karena sadar hidup ternyata hanya sebentar, tidak digunakan sebaik-baiknya, dan tidak ada waktu lagi untuk kembali ke dunia).
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Al-’Ashr:1-3)
Silahkan kejar waktu kurang lebih 2 jam di dunia ini, mau senang-senang berbuat semaunya lalu di akhirat susah selama-lamanya atau berbuat baik karena Allah semampunya selama beberapa jam ini untuk mendapat rahmat/keridaha’an-Nya kemudian kekal dalam kebahagiaan.
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Allah memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka, kemudian seorang penyeru berdiri di antara mereka dan berseru: Wahai ahli surga, tidak ada kematian. Wahai ahli neraka, tidak ada kematian. Masing-masing kekal abadi di tempatnya. (Shahih Muslim No.5088)
Semoga kita termasuk orang ahli surga dan bisa ketemu dan berada dekat dengan Nabi Muhammad. Amien Ya Robbal Alamiin.
link







Share
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: